Kedudukan Muslimah dalam Islam

niqab

Bismillahirrahmanirrahiim.

Belakangan ini banyak media yang mulai membahas dan mengexpose seorang wanita. Dari berbagai pandangan baik itu kawasan timur dan barat sangatlah jauh berbeda.

Dalam dunia barat kita ketahui banyak wanita bagaikan barang ‘murah’. Mengapa disebut demikian? Itu dikarenakan tubuhnya yang elok yang mudah untuk dipertontonkan bahkan dinikmati di sana. Konyolnya lagi sebaian dari mereka begitu bangga tubuhnya diperlihatkan seolah tak mengerti bagaimana laki-laki menatap dirinya. Sebagian wanita di barat dan mengaggap hal tersebut bagian dari emansipasi atau kesetara gender. Padahak justru menurut pandangan islam dan dunia timur hal tersebut malah menjatuhkan martabat kehormatan seorang wanita.

Dalam dunia timur, kita dapat melihat wanita yang berpenampilan lebih sopan dan malu untuk memperlihatkan tubuhnya yang indah meskipun wanita tersebut adalah non-muslim. Mengapa demikian? Hal itu dikarenakan budaya malu yang dimiliki oleh timur. Tatakrama dan perilaku yang mereka junjung tinggi dan sangat menghargai wanita.

Namun, di era globalisasi ini dunia timur mulai terjangkit penyakit wasternisasi. Why? Pengaruh dunia modern saat ini sangat berpengaruh besar terhadap islam atau lebih tepatnya muslimah jika kita membahas hal ini. Membuka aurat dan mempertontonkan tubuh yang indah merupakan sesuatu yang modern dan merupakan kemajuan dari zaman. Dengan fashion barat yang mereka ikuti dipadu-padankan dengan pakaian muslimah yang mereka kenakan. Alhasil, para muslimah kebanyakan saat ini lebih mengedepankan fashion dan tutorial hijab dibanding keutamaan dan arti hijab yang sebenarnya bagi wanita yang disebut ‘gelas-gelas kaca’ oleh baginda Rasulullah SAW. Di zaman ini, sebagian muslimah bukan lagi menutup aurat, namun membalut atau melapisi aurat mereka dengan pakaian yang ketat beserta penutup kepala mereka. Hal tersebut justru sangat bertentangan sekali  dalam islam. Bahkan sangat menyalahi syariat. Bahkan mencorengkan syariat yang ada dalam Al-Quran. Hal tersebut membuat paradigma orang menjadi salah mengenai hakikat menutup aurat.

Dalam islam, wanita sangat dihargai dan dihormati. Mereka bagaikan permata yang indah yang harusnya sulit untuk didapatkan. Maka dari itu hanya orang tertentu saja yang dapat mendapatkan dan melihat keindahannya secara keseluruhan. Islam begitu menjaga sekali wanita, maka dari itu wanita diperintahkan untuk menjaga dirinya dengan menutup auratnya.

يَٰٓـأَيـُّهَا ٱلنَّبِيُّ قـُل لـِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنـَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡـمُؤۡمِنِينَ يُدْنِينَ عَلـَيۡهـِنَّ مِن جَلَٰبـِيبـِهـِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنـَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فـَلـَا يُؤذيۡنَ ۗ وَكـَانَ اللهُ غـَفـُورًا رَّحِيمًا (الأحزاب : ٥٩

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. al-Ahzab ayat: 59)

وَقـُل لـِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡـفـَظۡنَ فـُرُوجَهُنَّ وَلـَا يُبۡـدِينَ زِينَتـَهُنَّ إِلـَّا مَا ظـَهَرَ مِنۡهَا ۖ وَلۡـيَضۡرِبۡنَ بـِخُمُرِهـِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهـِنَّ ۖ … (النور : 31)

Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) kepada wanita- wanita mukminah, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan hiasan (pakaian, atau bagian tubuh) mereka kecuali yang (biasa) nampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka (QS. an-Nur [24]: 31).

Selain kewajiban muslimah untuk menutup aurat karena demi kebaikannya, ada hal lain yang istimewa dari wanita dalam pandangan islam. Itulah sebabnya wanita begitu dihormati dan dijunjung tinggi karena perannya dalam islam.

Peran wanita dikatakan penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman Allah,

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)

Begitu pula dalam firman-Nya, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)

Dari hadits di atas, hendaknya besarnya bakti kita kepada ibu tiga kali lipat bakti kita kepada ayah. Kemudian, kedudukan isteri dan pengaruhnya terhadap ketenangan jiwa seseorang (suami) telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Allah berfirman,
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian.” (QS. Ar-Rum: 21)

Dari paparan ayat di atas, dapat kita tahu bahwa begitu besar peran wanita dalam islam. Oleh sebab itu, kaum adam bahkan diperintahkan untuk menjaga kaum hawa dan diperintahkan untuk senantiasa berlaku lemah-lembut karena seperti yang pernah Rasululullah katakan bahwa wanita adalah ‘gelas-gelas kaca’ yang mudah rapuh dan harus dijaga. Wanita memang tampak begitu rapuh, namun ia dapat begitu sabar dan kuat dibandingkan dengan laki-laki. Sebab, perempuan dalam melakukan sesuatu penuh dengan ketulusan dan hatinya. Namun, wanita pun harus dibimbing oleh seorang laki-laki dalam bersikap dan bertindak sebab wanita dapat menjadi alat penghancur untuk dirinya sendiri bahkan orang sekitarnya jika tidak dibimbing.

Kelebihan wanita lainnya adalah Satu kekhususan yang Allah berikan pada wanita, AIR MATA. Karena dengan air mata wanita boleh menumpahkan perasaannya bila mereka memerlukannya. Bukan sebuah kelemahan ketika wanita menangis tapi air mata itu adalah sebuah air mata kehidupan. ‘Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

Jawaban Rasulullah SAW jelas menggambarkan betapa mulianya para muslimah dengan segala keistimewaanya. Dan berikut ini adalah 10 alasan mengapa perempuan begitu istimewanya dalam islam.

1. Perempuan yang sholehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang sholeh.

2. Perempuan yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam surga.

3. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.

4. Perempuan apabila salat lima waktu, puasa pada bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.

5. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun).

6. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.

7. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad dijalannya.

8. Seorang perempuan solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

9. Istri yang melayani dengan baik suami yang pulang kerumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala layaknya berjihad.

10. Jika Istri melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun sholat.

Sebaik-baiknya perhiasan di dunia adalah wanita yang sholehah. Sholehah itu seperti apa? Sholehah itu adalah wanita yang menjalankan syariat islam dengan mempelajari Al-Quran dan Hadits. Mempelajari bukan hanya sekedar membaca atau tahu, namun mempelajari adalah mengamalkannya pula. Walau terkadang sifat asli mereka sebagai fitrah yang Allah berikan itu muncul, kaum adam beserta keluarganyalah yang harus membimbingnya. Bukan dalam artian mereka harus mendiamkan begitu saja wanita tersebut, tapi bentuk kasih sayang kita terhadap wanita adalah mengarahkannya dam membimbingnya.

Dari paparan di atas dapat kita lihat betapa islam begitu memuliakan wanita. Namun, sayangnya di zaman yang seperti ini hakikat wanita menjadi dikesampingkan. Seolah-olah mereka mengatakan hal tersebut adalah hal yang wajar dan mengikuti perkembangan zaman sehingga dengan seenaknya wanita mudah dihancurkan dan ditunrunkan derajatnya dengan iming-iming kesetaraan gender, wanita modern, dan bahkan wanita yang mempertontonkan auratnya dikatakan wanita zaman kekinian yang dianggap cool.

Indahnya islam adalah agama ini ingin sekali menjaga muslimah (perempuan) agar menjadi permata yang indah yang sulit untuk didapatkan. Tertutup karena untuk menjaga dirinya. Menjaga dari apa? Dari fitnah dunia, dari pandangan-pandangan menyeramkan dan hina yang tak dapat dimengerti wanita.

Sumber referensi:

Ridha Ripada|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: