Tanda Hati Yang Mati

hati mati

Bismillahirrahmaanirrahiim,

para pembaca yang in syaa Allah terus dirahmati Allah kali ini saya akan membahas perihal hati yang telah mati dari iman kepada Allah sehingga Allah pun akan menyesatkan orang-orang yang hatinya telah mati sehingga mudah bagi mereka untuk mendapatkan kesenangan dengan cara berbuat maksiat.

Manusia adalah makhluk Allah yang tak luput dari dosa tiap harinya. Bahkan bukan tiap harinya, melainkan tiap menit atau bahkan detiknya. Setiap waktu yang tak digunakan secara maksimal untuk beribadah kepada Allah bisa jadi hal tersebut adalah bagian dari dosa. Bahkan jika kita tak disibukan dengan ibadah kepada Allah dan melakukan hal-hal positif yang mendekatkan diri kepada Allah pastilah diri kita akan disibukan dengan maksiat. Nauudzubilah mindzalik.

Berikut ini adalah tanda-tanda hati yang mati :

  1. Taarikush Shalah, meninggalkan shalat dengan tanpa uzur atau tidak dengan alasan yang benar atau syari. Hal ini juga dapat dikatakan meninggalkan shalat dengan sengaja. Imbas dari seringnya meninggalkan shalat adalah memperturutkan hawa nafsu. Dan, jika sudah demikian dia akan menabung banyak kemaksiatan dan dosa. Ibnu Mas’ud menafsirkan kata ghoyya’ dalam QS. Maryam : 59 dengan sebuah aliran sungai di neraka Jahannam yang makanannya sangat menjijikan bahkan tempatnya sangat dalam yang diperuntukan untuk orang yang membiarkan dirinya larut dalam kemaksiatan.

    فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

    “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,” (QS. Maryam : 59)

  2. Alfarh Bi Addzanbi, yaitu melakukan kemaksiatan dan dosa dengan bangga. Orang yang hatinya mebum mati ia akan menyesal melakukan dosa dan hatinya pasti akan tidak tenang dan ingin segera meminta ampunan Allah. Namun, bagi hati yang telah mati ia teramat menikmati dosa dan maksiatnya.
  3. Karhul Qur’an was Sunnah, yaitu benci terhadap Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam.
  4. Hubbul Ma’aasi, yaitu gemar bermaksiat dan mencintai kemaksiatan. Nafus yang diperturutkan akan menghantarkan mata hatinya tertutup, sehingga susah mengakses cahaya ilahi. Sehingga ia akan lebih senang berlaku maksiat dan membenci ibadah.
  5. Asikhru, yaitu sibuknya adalah hanya mengunjing dan buruk sangka serta merasa dirinyalah yang paling benar dan paling suci.
  6. Ghodbul Ulama, yaitu sangat benci terhadap nasehat baik untuk dirinya dan membenci fatwa-fatwa ulama dan ulama itu sendiri. Kelanjutannya adalah Qolbul Hajari, yaitu perasaan tidak merasa takut akan peringatan kematian, alam kubur, dan akhirat.
  7. Himmatuhul Bathni, yaitu ‘gila’ akan dunia sehingga tak peduli mana yang halal dan mana yang haram yang terpenting dalam dirinya adalah hanya nikmat dunia, seperti harta. Sifat tersebut nantinya akan menimbulkan masa bodoh terhadap orang lain di sekitarnya dan keadaan di sekelilingnya. Ia juga akan menjadi seorang yang pendendam hebat, cepat marah, dan memiliki sifat dengki. Gila dunia akan menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit hati yang dapat menutup iman dan hati menjadi mati dalam kesesatan.

Tujuh hal di atas adalah contoh bagi hati yang telah mati. Naudzubilah mindzalik. Lantas, bagaimana membuat diri ini agar hatinya tetap hidup sementara setiap harinya kita selalu saja melakukan dosa?

Ingatlah selalu Allah!

Karena dengan selalu mengingat Allah hati akan menjadi tenang.
Dengan mengingat Allah, Allah pun akan selalu mengingat kita. Seperti dalam firman-Nya dalam suarh Al-Baqarah

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

 “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”
(Al-Baqarah 2:152)

Walaupun diri kita selalu melakukan dosa bahkan melakukan dosa yang sama, ingatlah terus kepada Allah dan memohon pertolongan kepada Allah agar terhindar dari dosa yang dapat membinasakan kita. Karena Allah adalah Maha penolong.

بِنَصْرِ الَّهِ ۚيَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖوَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

“karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.(QS. Ar-rum : 5)

Para pembaca yang dirahmati Allah, hati yang tidak mati adalah ketika hati merasa bersalah ketika atau setelah melakukan dosa.
Senantiasa menyebut nama Allah dan meminta ampunan walaupun dosa membendung begitu banyak.
Senantiasa meminta petunjuk dan rahmat Allah walaupun melakukan dosa berulang-ulang.
Senantiasa merasa takut untuk meninggalkan ibadah walaupun tahu bahwa ia penuh dengan dosa.
Senantiasa berusaha menahan nafsu walaupun ia terkadang terkalahkan dan tak mampu untuk melawannya.

Hati itu masih tak mati jika masih menangis karena Allah. Karena kesalahan kita terhadap Allah, diri sendiri, bahkan orang lain.

Hati itu masih tak mati jika mampu memaafkan kesalahan orang lain dan diri sendiri.

Hati itu masih tidak mati apabila dzikir masih terus terucap.

Hati itu masih tak mati apabila merindukan 1/3 malam bersama-Nya.

Meskipun….

Kita ini adalah pendosa yang ulung!!

Semoga Allah masih tetap ingin memberikan rahmatNya kepada kita yang tak henti-hentinya bertaubat walaupun masih melakukan dosa yang baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Karena iman di hati yang masih kita miliki dan masih mengingat-Nya di setiap hari kita. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: