Inklusifitas dalam Beragama?

alquranvsinjil

Bismillahirrahmanirrahim.

Inklusif atau inclusive dalam Bahasa Inggris mengandung arti ‘termasuk di dalamnya’. Sedangkan inklusif secara istilah berarti menempatkan dirinya ke dalam cara pandang orang lain atau kelompok lain dalam melihat dunia. Dengan kata lain, inklusifitas adalah usaha penggunaan sudut pandang orang lain atau kelompok lain dalam memahami suatu masalah. Sikap inklusif cenderung memandang secara positif perbedaan yang ada.

Berdasarkan paradigma “toleransi”, sikap inklusifitas dipandang memotivasi untuk mempelajari perbedaan pendapat dan mencari sisi-sisi universalnya untuk memperoleh manfaat dan mencari sisi-sisi universalnya guna memperoleh manfaat yang menunjang hidup atau cita-cita masyarakat luas. Continue reading “Inklusifitas dalam Beragama?”

Adil dan Beradab

chain-25487_960_720

Bismillahirrahmanirrahim.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988) dan Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976) susunan W.J.S. Poerwadarmita, kata adab didefinisikan sebagai: kesopanan, kehalusan, dan kebaikan budi pekerti serta akhlak. Sedangkan beradab diartikan sebagai sopan, baik budi bahasa, dan telah maju tingkat kehidupan lahir dan batinnya. Kata adab berarti “sopan” (lawan kata dari biadab). Beradab berarti baik budi bahasa.

Istilah adab sendiri bukan hal yang asing bagi bangsa Indonesia karena kata ini sendiri tercantum dalam Pancasila, sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Masuknya istilah adab dalam Pancasila ini merupakan suatu indikasi kuatnya pengaruh Islamic Worldview (pandangan alam Islam) dalam rumusan Pembukaan UUD 1945, dimana terdapat rumusan pancasila. Indikasi lainnya adalah terdapatnya sejumlah kata kunci dalam Islam lainnya seperti adil, hikmat, rakyat, daulat, wakil dan musyawarah.

Akan tetapi, selama ini, dalam penataran tentang Pancasila dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN), istilah adab ini tidak pernah dibahas secara khusus dan komprehensif. Butir-butir penjelasan yang dibahas dari sila kedua ini hanya sebatas artian Continue reading “Adil dan Beradab”

Pluralisme : All is Relative

screen-shot-2014-04-04-at-7-06-15-am

“Semua adalah relatif” merupakan slogan generasi postmodern di Barat. Ia bagaikan firman tanpa Tuhan dan sabda tanpa Nabi. Seperti undang-undang tanpa penguasa. Seperti doktrin ideologis tanpa partai. Seringkali digunakan liberalis yang menggunakan slogan “tidak ada kebenaran kecuali Tuhan” untuk menentang dalil-dalil yang bahkan berasal dari firman Tuhan (Al-Qur’an) itu sendiri. Menciptakan suatu interpretasi yang hanya dirinya sendiri yang mampu menafsirkan kebenarannya. Suatu ke-relatif-an yang menyimpulkan betapa naifnya seorang ketika disapa kebenaran. Continue reading “Pluralisme : All is Relative”

Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan

Al-Quran-with-Bangla-Bengali-Translation-Audio-MP3

Bismillahirrahmanirrahim.

Bandung, Jum’at 14 April 2017 kemarin, di kampus saya, diadakan sebuah seminar yang membahas khusus buku, atau yang biasa kita kenal dengan bedah buku, terbitan INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) dengan judul buku Islamic Science : Paradigma, Fakta dan Agenda yang dipandu oleh Ustad Ir. Budi Hardianto, M.Pd.I. yang merupakan peneliti di INSIST sekaligus salah satu pengisi materi dari buku Islamic Science tersebut. Dalam kajian bedah buku tersebut, dipaparkan bagaimana ilmu pengetahuan empiris memiliki keterkaitan yang begitu kuat dengan ilmu dalam Islam, banyak pembuktian ilmiah yang sudah tercantum sebelumnya dalam Continue reading “Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑